Naoko Suzuki (Mother Superior)

Keseluruhan. Optimal. Mencakup semua kualitas.

Senyum-senyum tipis seolah menyadari pria cabul sedang menonton NHK News sambil melamun jorok. Bu Naoko, maafkan saya!
Beliau bersih, rapi dan wangi. Foto di tahun 2013.

Pewarta paling cantik di NHK News.

Sekali lagi, Irvine Welsh benar dengan teori sintingnya yang mengatakan bahwa pada suatu ketika seseorang “memilikinya”, kemudian lenyap begitu saja tanpa sisa. Teori ini berlaku untuk semua orang tak terkecuali bagi Naoko Suzuki.

Mungkin beliau tidak menyadari bahwa waktu itu biadab. Sedikit demi sedikit kecantikannya luntur dimakan usia. Garis tipis di sekitar pipinya mulai kentara. Riasannya juga jadi semakin tebal. Waktu adalah keniscayaan… Demi waktu, sesungguhnya manusia kerugian, kecuali bagi mereka yang beriman dan beramal saleh…

Saat di usia awal 30 tahunan, beliau masih lucu dan lincah mengabarkan prakiraan cuaca. Gerakan lengannya begitu sensual, erotis, dan menantang sampai-sampai membuat saya terangsang. Beliau pantas saya juluki sebagai “Mother Superior”. Makhluk ajaib dari antah-berantah yang mampu meremas kemaluan saya dari kejauhan.

Saya tidak tahu gaya hidup macam apa yang membuat kecantikannya luntur begitu cepat. Apakah karena pernikahannya dengan laki-laki bangsat direktur NHK itu? Seharusnya di usianya yang masih 39 tahun beliau masih bisa mempertahankan elastisitas kulit di wajahnya. Memang sayang sekali. Apakah beliau belum membaca Lifespan: Why We Age and Why We Don’t Have To karya David Sinclair?

Waktu memang biadab!
loading