Erika Momotani

Ya Tuhan, saya tidak tega melihat klitorisnya dijilati pria paruh baya bertampang cabul.

erika
“Kemana bidadariku pergi? Yang bisa menyelamatkanku. Seharusnya dia dari tadi. Sudah berada di sini.” (Slank – Bidadari Penyelamat)

Ya! Erika Momotani hanya aktris porno biasa. Kotoran bedebah tumpukan paling bawah segala macam bentuk kenistaan. Betapa saya menyayangi makhluk malang ini.

Dia cantik. Cantik sekali. Bidadari yang melampaui.

Payudaranya proporsional sesuai dengan kerangka tubuhnya yang pipih dan jenjang. Kulitnya putih langsat tanpa cacat. Jemarinya bersih dan rapi berwarna merah muda pastel. Bahkan cahaya terpantul dari kukunya yang lentik. Bibirnya mengkilap dengan riasan tipis di pipi. Nyaris sempurna malaikat kecilku ini.

Ada satu adegan di mana ia berjalan sendirian memakai pakaian rumahan menuju mobil di mana pria paruh baya bertampang cabul sudah menunggunya dengan penis anjing bertegangan tinggi yang siap melancarkan penetrasi bertubi-tubi. Saya berharap adegan mesum tidak akan terjadi.

Saat ia berjalan, kamera fokus pada wajahnya yang berbinar. Ada ekspresi getir tak kasat yang saya tangkap. Tekadnya sudah bulat. Dia sudah siap digerayangi tangan kotor pria berpenyakit kelamin itu.

Di mobil, pria paruh baya menyapa dengan sopan. Bangsat sekali laki-laki biadab ini! Berlagak beradab di depan bidadari penyelamat!

Erika membalas sapaan pria cabul itu dengan penuh kehangatan. Air mata saya menetes membayangkan apa yang akan terjadi beberapa menit kemudian.

Obrolan berlangsung. Tidak ada teks terjemahan di video itu, jadi saya menebak saja apa yang sedang mereka bicarakan.

Senyuman Erika manis sekali. Selama 5 menit ia hanya mengangguk merespon kata-kata yang keluar dari mulut kotor siluman babi itu. Memang pria itu lebih anjing daripada babi itu sendiri.

Sesampainya di hotel, Erika mengganti busananya dengan kimono. Pria bangsat sudah siap sedia meremas-remas payudara Erika yang lembut dan kenyal seperti kue moci. Andai saja saya bisa teleportasi seperti Tobirama Senju, sudah pasti akan saya sayat-sayat penis anjing itu kemudian potongannya saya beri makan anjing. Memang anjing buduk ini lebih pantas dibakar hidup-hidup!

tobirama
Hiraishin no jutsu! Ku sobek-sobek penis anjingmu, bangsat!

Setelah Erika telanjang bulat, saya lewati adegan mesum 30 menit ke depan. Di menit-menit terakhir, yang tersisa adalah adegan yang memperlihatkan wajah Erika berlumuran air mani yang bercampur dengan peluh. Menyedihkan sekali. Menangis hati ini melihat gadis mungil itu rebah tak berdaya.

Saya mengutuk adegan itu tapi entah kenapa kemaluan saya ikut terangsang.

Setelah adegan klimaks, saya unduh beberapa film yang dibintangi Erika. Saya instal Lightworks, saya potong adegan yang saya suka, saya samarkan penis dan wajah pria jelek di semua adegan yang saya suka, saya buat adegan yang saya suka menjadi gerakan lambat, saya memanusiakan Erika dan mensucikannya sebagaimana saya mensucikan diri dengan air wudu dan zikir.

Beberapa tahun berlalu, terdengar rumor kalau Erika Momotani memutuskan pensiun dari dunia JAV. Dia terlihat sangat kurus. Apakah ia terjangkit penyakit menular seksual?

Tersebar cuplikan di mana ia menangis tersendu-sendu sebelum dilucuti pakaiannya oleh lawan mainnya yang bangsat itu. Bidadariku… Sudahlah… Kemari… Kembali…

Ya Tuhan, lindungilah Erika Momotani untuk saya. Bidadari ciptaanmu yang berakhir nista di bumi manusia.

Ya Nabi, izinkan hamba berzina!
loading