Ayu

Dia satu-satunya perempuan yang mendekati predikat “pacar”. Kami bertukar nomor ponsel dan saling berbalas SMS. Ini diawali ketika saya baru naik ke kelas XI.

Seorang kawan bernama Febri memberitakan ada temannya yang memendam perasaan kepada saya. Saya tidak habis pikir cowok kerempeng bermata beler seperti saya ada yang diam-diam suka. Saya berasumsi perempuan ini tidak menarik secara fisik. Paling-paling berperut buncit berkulit hitam legam berotot kawat tulang besi.

Bogor, musim kemarau tahun 2009. Cowok bertampang cabul yang sedang berbaring di tengah adalah saya. Sedikit lebih tampan bila dibandingkan dengan teman-teman saya yang jelek.

Setelah diperlihatkan parasnya, ternyata Ayu melebihi ekspektasi saya. Dia secantik namanya. Perempuan ini adalah primadona di kelasnya. Banyak yang tidak menyangka orang seperti saya ditaksir perempuan secantik dia. Rumor mengatakan kalau dia menyukai saya karena senyum saya begitu menawan. Apanya yang menawan, bangsat?

Perasaan koyak ini meluap-luap seperti ombak di pantai. Ketika itu bulan Ramadan dan kami berbalas SMS. Dari percakapan, baru tahu ternyata mojang Priangan kelas XI IPA 1 berbuka puasa dengan mi glosor.

Kami belum mengatakan saling suka meski komunikasi begitu masif. Saya sempat memberikan setangkai edelweiss dari lembah Mandalawangi yang saya selundupkan di celana dalam saya. Ah, romantisnya saya waktu itu.

Beberapa minggu berlalu, entah kenapa saya mulai jarang membalas SMS-nya. Saya terlalu sibuk dengan kegiatan saya di musik dan dia begitu terlupakan. Terbengkalai begitu saja.

Beberapa minggu kemudian, saya mencuri dengar kalau Ayu telah berpacaran dengan laki-laki jelek di kelasnya. Benar-benar biadab diri ini. Melewatkan perempuan semanis dia yang hanya muncul sekali dalam 10 tahun. Betapa bodohnya menyia-nyiakan perempuan yang wajahnya mirip Asaka Seto di film One Missed Call.

Ini mirip sekali dengan Ayu. Asaka Seto di usia 33 tahun.

Febri sering bilang kalau Ayu masih suka tapi malu mengatakannya. Ah, pembohong!

Kisah saya dengan Ayu pupus begitu saja. Lagu Sheila On 7 berjudul “Yang Terlewatkan” menjadi latar belakang senandung kisah cinta singkat kami. “Kesalahanku melewatkanmu hingga kau kini dengan yang lain. Maafkan aku…”, begitu kata Duta dan Eros.

loading